HISTORY PERUSAHAAN

PT Indojasa Pratama Finance awal didirikan menjadi perusahaan yang terpercaya di sektor pembiayaan konsumen bidang otomotif. Perusahaan berdiri pada tanggal 21 Mei 2001 dengan nama PT Indojasa Finance berdasarkan akta yang dibuat dihadapan Paulus Widodo Sugeng Haryono S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menkeh & HAM R.I. tanggal 9 Juli 2001 serta telah diumumkan dalam BNRI No.: 79, TBN No. 11836, tanggal 1 Oktober 2002.

Pada tahun 2002, Indojasa Finance memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan Pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan SK Menkeu No.: 180/KMK.06/2002, tanggal 23 April 2002.

Pada tahun 2003, Indojasa Finance telah memasuki pasar modal dengan menerbitkan Obligasi pada 2003 senilai Rp. 40.000.000.000,- (Empat Puluh Miliar Rupiah) dengan nama Obligasi Amortitasi I Indojasa Pratama tahun 2003 dengan tingkat bunga tetap, dengan peringkat BBB+ (Triple B Plus) dari PT Kasnic Credit Rating Indonesia.

Bahkan saat itu, Indojasa Finance merupakan salah satu dari sedikit UKM yang berhasil menerbitkan dan mencatatkan obligasinya melalui pasar modal. Pada November 2008 seluruh hutang Obligasi tersebut sudah lunas.

Memasuki 2004, Indojasa Finance memperoleh izin pembukaan kantor cabang dari Menteri Keuangan RI, sehingga mempunyai 9 kantor cabang yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten berdasarkan SK Menteri Keuangan RI No.: Kep-034/KM.06/2004, tanggal 26 Januari 2004.

Pada kesempatan yang sama pula, nama Perusahaan berubah menjadi PT Indojasa Pratama Finance berdasarkan akta No. 6 tanggal 26 Oktober 2004, yang dibuat dihadapan Herlina Suyati Bachtiar, SH., MBA, Notaris di Jakarta, dan telah mendapat persetujuan dari Menkeh & HAM R.I. No.: C-27588.HT.01.04.TH.2004, tanggal 3 November 2004 serta telah diumumkan dalam BNRI No. 52, TBN No. 6892, tanggal 1 Juli 2005, dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan R.I. berdasarkan SK Menteri Keuangan No. Kep-398/KM.5/2005, tanggal 10 November 2005.

Atas kinerjanya sejak Perusahaan didirikan, Indojasa Finance memperoleh rating “Sangat Bagus” untuk kategori perusahaan pembiayaan dengan aset di bawah Rp. 100 miliar berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Biro Riset InfoBank, sebagaimana dimuat dalam majalah InfoBank No. 318, September 2005.

Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2006. Indojasa Finance kembali memperoleh rating “Sangat Bagus” untuk kategori Perusahaan Pembiayaan Menengah (aset Rp. 100 miliar s/d Rp. Dibawah Rp. 1 triliun) dan menduduki peringkat ke-5 (kelima) terbaik berdasarkan hasil yang dilakukan Biro Riset InfoBank, sebagaimana dimuat dalam majalah Infobank No. 329, Agustus 2006.

Pada tahun yang sama Indojasa Finance juga berhasil menduduki peringkat ke-7 (ketujuh) terbaik sebagai perusahaan multifinance untuk kategori asset Rp. 100 – 250 Milyar versi majalah Investor Edisi No. 153, tanggal 22 Agustus – 4 September 2006.

Pada tahun 2007 Indojasa Finance kembali memperoleh rating “Sangat Bagus” kategori Perusahaan Pembiayaan Menengah (aset Rp. 100 Milyar s/d Rp. di bawah 1 triliun) dan menduduki peringkat ke – 7 (ketujuh) terbaik berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Biro Riset Infobank, sebagaimana dimuat dalam majalah Infobank No. 341, Agustus 2007.

Pada tahun 2009 kembali menempatkan Indojasa Finance sebagai perusahaan pembiayaan dengan predikat “Sangat Bagus” kategori Perusahaan Pembiayaan Menengah (aset Rp. 100 Milyar s/d Rp. dibawah 1 triliun) dan menduduki peringkat ke – 13 (ketiga belas) terbaik berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Biro Riset Infobank, sebagaimana dimuat pada majalah Infobank No. 265 Agustus 2009.

Atas berbagai kinerjanya itu menempatkan Indojasa Finance sebagai perusahaan pembiayaan konsumen otomotif terkemuka di Tanah Air dan juga tetap menjalankan komitmennya kepada bank-bank yang mendukung Indojasa Finance.

Dalam periode tahun 2013 hingga 2015 pemegang saham mengambil langkah konservatif dalam menghadapi situasi ekonomi Indonesia yang kurang baik yaitu menghentikan ekspansi bisnis baru secara total.  Perusahaan sejak awal hanya fokus di pembiayaan konsumen bidang otomotif khususnya kendaraan niaga yaitu pembiayaan truk yang usahanya di pengangkutan batu bara, pasir, dan kelapa sawit maka sejalan dengan memburuknya industri pertambangan dan perkebunan ,  para sopir-sopir pemilik truk sangat terkena dampaknya . Maka selama periode tersebut merupakan periode konsolidasi internal dengan mengambil kebijakan atau langkah-langkah strategis seperti mereview performance cabang-cabang, focus pada collections, review SDM, system dan prosedur, penerapan Good Corporate Governance, Risk Management, Compliance, Pengendalian Internal serta penerapan KYC. Dalam menghadapi situasi ekonomi yang kurang kondusif, perusahaan tetap menjaga komitmen kepada 17 kreditur yang telah mendukung perusahaan hingga saat ini.

Dalam mengukur kinerja perusahaan, Indojasa Finance merating perusahaan oleh PEFINDO pada tanggal 23 Desember 2015 dan memperoleh rating idBB yang menjadi tolak ukur kinerja Indojasa Finance atas usaha dalam melakukan konsolidasi selama periode 2013 hingga 2015. Walaupun mendapatkan rating idBB namun dapat dikatakan baik dan patut diberikan apresiasi karena dalam situasi perekonomian yang kurang baik dalam 2 tahun terakhir ini, Indojasa Finance tetap dalam katagori sehat.  Harapan Indojasa Finance dalam semester pertama dengan dukungan dari para kreditur maka perusahaan bisa mendapatkan minimal rating katagori investment grade.

Memasuki tahun 2016 dan sejalan dengan adanya perluasan kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan mengenai  Kegiatan Usaha dimana perusahaan pembiayaan dapat memberikan pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna dan juga diperbolehkan untuk kegiatan berbasis fee mencakup kegiatan untuk memasarkan produk-produk jasa keuangan antara lain, reksadana, asuransi, mikro atau produk-produk lain yang terkait dengan kegiatan jasa keuangan, perusahaan pembiayaan mempunyai potensi usaha yang luar biasa.  Indojasa Finance juga melakukan peningkatan modal dari Rp. 55.000.000.000,- (Lima Puluh Lima Milyar Rupiah)  menjadi hampir Rp. 255.000.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Lima Milyar Rupiah), sehingga perusahaan siap untuk mengembangkan bisnisnya.

Selain peningkatan infrastruktur, di tahun 2016 ini perusahaan telah siap menghadapi tantangan bisnis kembali dengan memindahkan kantor pusatnya dari Alam Sutera, tanggerang kembali ke Jakarta yaitu di Gedung Sentral Senayan 2, Jakarta serta mengkonsolidasikan beberapa cabang sesuai dengan fokus bisnis yang akan dijalankan sesuai dengan POJK 29/2014 dan telah siap ekspansi ke sektor pembiayaan yang tujuannya investasi, modal kerja dan multiguna.